“Ultralearning” adalah sebuah strategi untuk belajar mandiri secara agresif dan efisien. Ini bukan tentang bakat atau kecerdasan, melainkan tentang metode dan pendekatan yang terstruktur untuk menguasai keterampilan atau subjek yang sulit dalam waktu yang sangat singkat. Scott H. Young mengembangkan prinsip-prinsip ini melalui proyek-proyek ekstremnya sendiri, seperti menyelesaikan kurikulum 4 tahun ilmu komputer MIT dalam 12 bulan.
Ide Inti: Menjadi Arsitek Pendidikan Anda Sendiri
Inti dari Ultralearning adalah pergeseran dari pembelajar pasif (menunggu diajarkan di kelas) menjadi pembelajar aktif dan strategis. Anda tidak hanya mengonsumsi informasi; Anda merancang proyek belajar Anda sendiri. Anda mengidentifikasi cara paling efisien untuk belajar, menyerang titik lemah Anda secara langsung, dan terus-menerus menguji diri sendiri di lingkungan nyata. Ini adalah pendekatan seorang atlet atau seniman profesional yang diterapkan pada pembelajaran apa pun.
9 Prinsip Ultralearning untuk Menguasai Skill Apapun
Buku ini dibangun di atas sembilan prinsip fundamental yang bisa diterapkan pada proyek belajar apa pun, mulai dari belajar bahasa baru, coding, hingga melukis atau bermain musik.
1. Metalearning: Buat Peta Belajar Anda πΊοΈ
Sebelum Anda mulai belajar, belajarlah tentang cara belajar subjek tersebut. Ini adalah langkah riset di awal untuk memahami: Apa konsep utamanya? Apa metode yang digunakan para ahli? Apa saja sumber daya terbaik? Apa saja kesalahan umum yang harus dihindari?
- Praktik Langsung: Sebelum mulai belajar Public Speaking, luangkan 3-5 jam pertama untuk mencari jawaban atas pertanyaan: “Siapa saja 5 pembicara publik terbaik dan apa yang membuat mereka hebat? Apa saja kerangka pidato yang paling umum? Buku atau kursus apa yang paling direkomendasikan?”
2. Focus: Tajamkan Pisau Anda π―
Kemampuan untuk berkonsentrasi dalam sesi belajar yang intens tanpa distraksi. Ini melibatkan teknik untuk mengatasi prokrastinasi, menghilangkan gangguan (seperti ponsel), dan menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mendalam.
- Praktik Langsung: Terapkan Teknik Pomodoro. Atur timer selama 25 menit dan berkomitmen untuk fokus 100% pada materi belajar. Setelah 25 menit, ambil istirahat 5 menit. Ulangi.
3. Directness: Langsung Terjun ke Lapangan β‘οΈ
Belajarlah dengan melakukan persis apa yang ingin Anda kuasai. Hindari aktivitas proksi yang terasa produktif tapi tidak menghasilkan skill nyata. Jika Anda ingin belajar menulis, menulislah. Jika ingin belajar berbisnis, mulailah menjual sesuatu.
- Praktik Langsung: Ingin belajar bahasa Spanyol untuk percakapan? Jangan habiskan 100% waktu Anda di aplikasi Duolingo. Habiskan sebagian besar waktu Anda untuk mencoba berbicara dengan penutur asli melalui aplikasi seperti iTalki atau HelloTalk, bahkan jika Anda masih terbata-bata.
4. Drill: Serang Titik Terlemah Anda π―
Identifikasi bagian paling sulit dari sebuah keterampilan, pisahkan, dan latih secara berulang-ulang hingga Anda menguasainya. Seperti seorang pianis yang melatih tangga nada yang sulit ratusan kali.
- Praktik Langsung: Jika Anda belajar coding dan selalu kesulitan dengan konsep “rekursi”, luangkan satu sesi belajar penuh (misalnya 90 menit) hanya untuk mengerjakan soal-soal latihan tentang rekursi.
5. Retrieval: Uji Diri untuk Belajar π§
Berhenti membaca ulang catatan Anda secara pasif. Cara paling efektif untuk menanamkan informasi ke otak adalah dengan berusaha keras untuk mengingatnya kembali. Ini adalah proses “menguji diri sendiri” secara konstan.
- Praktik Langsung: Setelah membaca satu bab buku, tutup buku itu. Ambil selembar kertas kosong dan tulis semua poin utama yang bisa Anda ingat. Proses mengingat ini akan memperkuat jejak memori jauh lebih baik daripada membaca ulang.
6. Feedback: Jangan Hindari Pukulan π£οΈ
Carilah umpan balik yang jujur, cepat, dan terkadang brutal. Umpan balik yang tidak nyaman adalah data yang paling berharga untuk perbaikan. Semakin cepat Anda tahu di mana letak kesalahan Anda, semakin cepat Anda bisa memperbaikinya.
- Praktik Langsung: Setelah menulis sebuah artikel, jangan hanya bertanya pada teman, “Bagus tidak?”. Tanyakan, “Bagian mana yang paling membosankan? Kalimat mana yang paling tidak jelas? Apa satu hal yang harus saya perbaiki?”
7. Retention: Jangan Isi Ember yang Bocor π§
Pahami mengapa kita melupakan sesuatu dan terapkan strategi untuk melawannya. Otak kita secara alami akan membuang informasi yang jarang digunakan. Anda harus secara sadar menjadwalkan pengulangan.
- Praktik Langsung: Gunakan sistem Spaced Repetition System (SRS) seperti aplikasi Anki untuk mengingat fakta atau kosakata. Alih-alih mengulang semua kartu setiap hari, aplikasi ini secara cerdas akan menjadwalkan kapan Anda harus meninjau kembali sebuah informasi, tepat sebelum Anda melupakannya.
8. Intuition: Gali Fondasi Sebelum Membangun π§©
Jangan hanya menghafal fakta atau formula. Berusahalah untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep dasarnya. Tanya “mengapa” ini bekerja seperti ini? Mainkan konsepnya, buat analogi.
- Praktik Langsung: Terapkan Teknik Feynman. Ambil sebuah konsep yang sedang Anda pelajari dan coba jelaskan dengan bahasa yang paling sederhana di selembar kertas, seolah-olah Anda sedang mengajarkannya kepada anak kecil. Jika Anda kesulitan, itu tandanya pemahaman Anda belum cukup dalam.
9. Experimentation: Jelajahi di Luar Zona Nyaman π§ͺ
Setelah Anda memiliki dasar yang kuat, jangan takut untuk bereksperimen. Salin teknik para ahli, lalu modifikasi. Gabungkan gaya yang berbeda. Ciptakan proyek Anda sendiri yang unik. Di sinilah pembelajaran berubah menjadi penguasaan sejati.
- Praktik Langsung: Jika Anda sudah menguasai dasar-dasar fotografi potret, cobalah bereksperimen dengan teknik pencahayaan yang tidak konvensional atau gaya editing yang benar-benar berbeda dari yang biasa Anda lakukan.
Kutipan Kunci
Untuk menangkap semangat dari tantangan dan penghargaan dalam metode Ultralearning:
“Momen kebahagiaan terdalam Anda tidak datang dari melakukan hal-hal yang mudah, tetapi dari mencapai hal-hal yang pernah Anda anggap mustahil.”
“Ultralearning” adalah sebuah panduan untuk meraih pencapaian-pencapaian mustahil itu dengan strategi, bukan hanya dengan harapan.