Content Pillars dan Content Mix – Agar Tidak Bingung Bikin Konten

0 Shares

Memahami Pilar Konten dan Bauran Konten (Content Mix) akan membebaskan Anda dari pertanyaan “Hari ini posting apa ya?” selamanya.

Mari kita bedah keduanya.

Bagian 1: Pilar Konten (Content Pillars) – “APA” yang Anda Bicarakan

Apa Itu Pilar Konten?

Pilar Konten adalah 3 hingga 5 TEMA UTAMA yang akan menjadi fokus dari semua konten Anda. Anggap saja ini adalah “acara unggulan” di stasiun TV Anda atau rubrik utama di majalah Anda. Pilar-pilar ini harus berada di titik temu antara:

  • Keahlian & USP Anda: Apa yang Anda kuasai dan ingin dikenal?
  • Kebutuhan & Minat Persona Anda: Apa yang mereka pedulikan dan ingin ketahui?

Mengapa Ini Penting?

  • Memudahkan Perencanaan: Anda tidak lagi memulai dari halaman kosong. Anda cukup bertanya, “Hari ini saya mau bahas apa dari Pilar 1?”
  • Membangun Otoritas: Dengan konsisten membahas tema-tema ini, audiens akan melihat Anda sebagai ahli atau sumber terpercaya (go-to source) untuk topik tersebut.
  • Menciptakan Konsistensi: Audiens tahu apa yang bisa mereka harapkan dari Anda, yang pada akhirnya membangun loyalitas.

Cara Menemukan Pilar Konten Anda

  1. Lihat Kembali Persona Anda: Apa masalah (pain points), pertanyaan, dan tujuan (goals) terbesar mereka?
  2. Lihat Kembali USP Anda: Apa keunikan dan nilai inti yang bisnis Anda tawarkan?
  3. Brainstorm & Kelompokkan: Tulis semua ide topik yang muncul dari gabungan poin 1 & 2. Kemudian, kelompokkan ide-ide yang mirip ke dalam 3-5 tema besar. Itulah pilar Anda!

Contoh Praktis: “Katering Makanan Sehat”

  • Persona “Budi” peduli tentang: Produktivitas, efisiensi waktu, kesehatan, rasa enak, dan cara hidup lebih baik.
  • Keahlian Katering: Resep gizi seimbang, bahan segar, pengiriman tepat waktu.

Hasil Pilar Kontennya bisa jadi:

  1. Pilar 1: Edukasi Gizi Praktis: Fokus pada “mengapa”. Membahas manfaat bahan makanan, cara membaca label nutrisi, membongkar mitos diet, dll.
  2. Pilar 2: Tips Gaya Hidup Produktif: Fokus pada “bagaimana”. Membahas topik di luar makanan yang relevan dengan Persona, seperti tips WFH, olahraga ringan di kantor, manajemen stres. Ini membuat merek Anda menjadi mitra gaya hidup, bukan sekadar penjual makanan.
  3. Pilar 3: Inspirasi & Di Balik Dapur: Fokus pada “siapa” dan “rasa percaya”. Menampilkan testimoni pelanggan, proses memasak, cerita tentang chef atau petani pemasok bahan baku. Ini membangun hubungan dan kepercayaan.

Bagian 2: Bauran Konten (Content Mix) – “BAGAIMANA” Anda Membicarakannya

Apa Itu Bauran Konten?

Jika pilar adalah “temanya”, maka bauran konten adalah variasi FORMAT yang Anda gunakan untuk menyajikan tema tersebut. Tujuannya adalah agar audiens tidak bosan dan untuk memaksimalkan jangkauan di berbagai algoritma platform.

Mengapa Ini Penting?

  • Menjaga Feed Tetap Menarik: Variasi format membuat audiens tidak bosan melihat jenis postingan yang itu-itu saja.
  • Menjangkau Tipe Audiens Berbeda: Sebagian orang suka membaca (carousel), sebagian suka menonton (video/Reels), sebagian suka interaksi cepat (Stories).
  • Mengoptimalkan untuk Algoritma: Saat ini, hampir semua platform (terutama Instagram) sangat menyukai format video pendek (Reels/TikTok/Shorts).

Kerangka Bauran Konten Sederhana (Aturan 80/20)

Bagilah konten Anda menjadi dua kategori besar berdasarkan tujuannya:

1. Konten Pemberi Nilai (80% dari total postingan Anda)

  • Mendidik (Educate): Konten yang mengajarkan sesuatu. Formatnya bisa berupa carousel, infografis, atau video tutorial. Tujuannya membangun otoritas.
    • Contoh: Carousel “5 Sumber Karbohidrat Kompleks yang Baik untuk Energi”.
  • Menghibur (Entertain): Konten yang ringan, lucu, atau memukau secara visual. Formatnya bisa berupa Reels, meme, atau video di balik layar. Tujuannya membangun koneksi emosional dan jangkauan (reach).
    • Contoh: Reels time-lapse proses memasak dengan musik yang sedang tren.
  • Menginspirasi (Inspire): Konten yang menyentuh emosi atau memotivasi. Formatnya bisa berupa kutipan, cerita sukses pelanggan, atau konten buatan pengguna (UGC). Tujuannya membangun kepercayaan (trust).
    • Contoh: Postingan foto testimoni pelanggan dengan kutipan tentang bagaimana energi mereka meningkat setelah langganan.

2. Konten Promosi (20% dari total postingan Anda)

  • Mendorong Penjualan (Promote): Konten yang secara langsung menawarkan produk/jasa. Formatnya bisa berupa foto produk berkualitas tinggi, pengumuman diskon, atau peluncuran menu baru. Tujuannya mendorong transaksi.

Cara Kerjanya: Anda bisa mengambil SATU IDE dari pilar konten Anda dan menyajikannya dalam berbagai format.

  • Ide dari Pilar 1: “Pentingnya Protein untuk Fokus”
    • Format Edukasi: Carousel “5 Sumber Protein Terbaik untuk Makan Siang”.
    • Format Hiburan: Reels “Chef kami memasak dada ayam dengan cepat dan seru”.
    • Format Inspirasi: Instagram Story polling “Kamu tim protein hewani atau nabati?”.

Singkatnya: Pilar Konten adalah apa yang Anda bicarakan, dan Bauran Konten adalah bagaimana cara Anda membicarakannya. Menguasai keduanya akan menjadikan media sosial Anda sebuah mesin yang strategis.

0 Shares

Leave a Comment