Flash Review: Camtasia vs Filmora vs Screencast-o-Matic. Mana yang Paling Cocok untuk Profesional?

Kali ini saya coba mereview software screen recorder yang pernah saya gunakan dan rasakan untuk berbagai keperluan. Hasil ulasan saya ini murni berdasarkan pengalaman dan penilaian saya pribadi setelah menggunakan.

Setidaknya ada tiga software besar yang banyak digunakan oleh pemain Internet Marketer yang saya ketahui di sekeliling saya yakni: Camtasia, Filmora, dan Screencast-o-matic. Saya menggunakan software ini untuk keperluan saya membuat video tutorial dan sedikit editing saja. Bisa jadi hasil penilaian akan berbeda untuk penggunaan lain yang labih advance.

Mari kita mulai pembahasan tentang masing-masing software.

Camtasia

Inilah software yang banyak dipakai Internet Marketer Indonesia untuk membuat video tutorial. Anda bisa perhatikan di video tutorial yang mereka buat akan ada icon Camtasia sedang aktif di dashboard PC mereka yang artinya perekaman sedang aktif menggunakan software tersebut.

Memang software ini adalah software terbaik karena benar-benar dibuat untuk screen recording dan disertai fitur editing yang cukup kaya layaknya fitur editing video untuk film. Tidak salah jika camtasia dibandrol ‘cukup’ mahal dibandingkan dengan software screen recording yang lain.

Ini pula yang bisa menjadi alasan banyak pengguna bajakan yang tentu saja sangat tidak menghargai hasil karya intelektual. (Padahal mereka sedang membuat karya intelektual yang tidak mau jika dibajak :p ) Banyak yang tergiur fitur canggihnya namun tidak mau atau tidak mampu membayar bandrol mahalnya seharga $199 lifetime per lisensi sehingga menghalalkan berbagai cara hingga membajak!

Filmora

Saya baru saja mengujicoba software editing ini. Terus tarang memang software ini adalah software editing yang paling kaya dan keren di antara ketiga software yang sedang dibahas di tulisan kali ini. Meski sebenarnya kurang adil juga membangingkan Filmora dengan Camtasia dan Screencast karena Filmora memang didesain untuk video editing, bukan untuk membuat video tutorial ala perekaman layar PC.

Jadi memang fitur edit videonya sangat kaya, namun jika dipakai untuk membuat video tutorial, Filmora bisa dikatakan yang paling payah. Wondershare sebagai perusahaan yang menaungi Filmora sebenarnya memiliki software sendiri yang lebih ditujukan untuk pembuatan video tutorial yakni Democreator. Sebenarnya lebih cocok membandingkan Democreator dengan Camtasia dan Screencast. Namun karena saya sedang ingin memberikan gambaran akan ketiga software ini maka sah-sah saja saya buat perbandingannya ya..

Dari ketiga software yang dibahas di tulisan ini, Filmora memiliki harga $119 untuk 1 lisensi lifetimenya. Sangat wajar jika dilihat dari fitur, aset digital yang didapatkan, dan kecanggihannya.

Harga sebesar itu sudah termasuk aset digital yang jika di software lain biasanya perlu mencari atau membeli lagi seperti: aset music backsound, lower third animation, opener, end credit title, dll. Dengan aset-aset yang sudah include dalam software ini memang sangat memudahkan membuat video indah tanpa perlu mencari-cari aset dari tempat lain

Screencast-o-matic

Video tutorial terbaru saya yang saya buat untuk tulisan CLOAKING LINK ini menggunakan software screencast-o-matic. So far, saya cukup puas karena memang benar-benar simpel, mudah digunakan, dan tidak over fitur alias fitur yang disediakan memang benar-benar yang biasa dibutuhkan dalam pembuatan video tutorial diantaranya: zoom in, pen, magnifier, pemberian tanda panah untuk penekanan pada bagian tertentu, efek blur, dan fitur-fitur lain yang biasa digunakan di video tutorial.

Software ini adalah software yang paling murah di antara ketiganya dan memiliki fitur yang lebih dari cukup untuk keperluan pembuatan video tutorial. Harganya cuma $15 untuk lisensi 1 tahun atau cuma $29 untuk lisensi 3 tahun alias gratis 1 tahun!! Apalagi jika Anda menggunakan ‘JALUR KHUSUS pembaca PinterIM’ maka Anda akan mendapatkan tambahan diskon 20%! Enak betul kan?

Kesimpulan:

  1. Jika Anda punya cukup dana dan mau membuat video tutorial canggih penuh efek dan ingin memasukkan banyak aset-aset digital maka Camtasia adalah pilihan terbaik.
  2. Jika kebutuhanmu lebih ke arah video editing khas film-film holiwood maka Fimora adalah pilihan terbaik! Tapi kalau hanya untuk membuat video editing ya sayang sama harganya yang terlalu mahal.
  3. Nah, jika kebutuhan Anda hanya untuk membuat video tutorial dan mau saving dana untuk keperluan lain, memakai Screencast-o-matic sudah cukup menjadikan video tutorialmu khas mastah-mastah. Sudah komplit dengan harga ‘receh’. Malah mahalan product mastah-mastah Indonesia yang biasa di launch. Hehe..

Nah itulah review singkat dari PinterIM.com. Saya sendiri sudah memakai dan merasakan membuat video tutorial dengan ketiga software tersebut. Jadi silakan Anda pilih dan tentukan sendiri sesuai kebutuhan Anda.

Oia, meskipun semua pembayaran memakai dolar yang biasanya mengharuskan membayar menggunakan kartu kredit atau paypal, kini Anda tidak perlu khawatir karena sekarang semuanya bisa belanja di luar negeri. Ikuti saja petunjuk berbelanja tanpa kartu kredit yang sudah saya tulis.

Anda punya pengalaman berbeda? Silakan boleh di SHARE di kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Ebook

Resep Ampuh Main Admob Hasilkan Ratusan Dolar per Bulan

Kemana Saya kirimkan Ebooknya?

STAY CONNECTED

ABOUT

PinterIM.com adalah blog yang membahas bagaimana menciptakan bisnis online yang paling sesuai dengan Anda dan paling nyaman dikerjakan.

Copyright 2018 @ PinterIM