Cara Belajar Apapun Kurang dari 24 Jam

Saya termasuk suka belajar apapun, terutama yang saya sukai. Anda pun demikian bukan? Memahami sesuatu kemudian membuat karya atas pemahaman baru tersebut agar dapat dinikmati dan bermanfaat untuk orang lain adalah suatu hal yang menyenangkan. Maka saat saya menjumpai sebuah buku berjudul The First 20 Hours: How to Learn Anything … Fast karya penulis Josh Kaufman saat dalam perjalanan pulang di bandara, saya tertarik untuk membeli dan membacanya.

Buku ini menarik dan menjadi suatu penduan untuk saya jika ingin mempelajari hal-hal baru yang saya rasa perlu untuk saya kuasai dengan segera.

Salah satu prinsip utama cara belajar ini juga pernah Josh Kaufman ungkapkan dalam buku sebelumnya Personal MBA. Josh Kaufman mendapati cara belajar  Charlie Munger (partner duet Warren Buffet di perusahaan Berkshire Hathaway) dalam memahami bisnis. Charlie mengungkapkan bahwa kita hanya perlu memahami poin penting atas sebuah konsep yang ingin kita kuasai. Poin penting ini dia sebut sebagai kisi-kisi (lattice-work of mental models) sebelum kita menyelami detilnya satu per satu. Alias gambaran besar atas suatu konsep/ilmu/keahlian.

Secara singkat, Josh Kaufman membagi ke dalam empat prinsip utama cara menguasai/belajar hal baru dan hanya diperlukan waktu setidaknya 20 jam saja. Sekadar penjelasan, teknik ini dapat digunakan untuk belajar ilmu/konsep baru, maupun berlatih keahlian (skill) baru yang kita rasa berguna dan perlu untuk kita kuasai.

Jika kita komitmen menjalankan teknik ini, maka di jam ke 21 kita sudah cukup mampu menguasai hal baru tersebut. Empat prinsip utama itu antara lain

  1. Memecah menjadi bagian-bagian kecil.

Ini adalah prinsip utama lattice- work mental model ala Charlie. Di awal langkah, kita harus memetakan dan menentukan bagian mana saja konsep terpenting agar kita dapat memecahnya menjadi bagian-bagian kecil.

Dengan memahami konsep-konsep utama ini terlebih dahulu, dalam perjalanan waktu kita akan dengan mudah meningkatkan kemampuan dan pemahaman terhadap rincian-rincian yang kita perlukan nantinya.

Misalnya dalam mengelola bisnis, setidaknya ada empat kisi utama: keuangan, operasional, marketing, dan sumber daya manusia. Berangkat dari konsep utama ini kemudian kita menentukan bagian-bagian kecil yang dapat kita ‘konsumsi’ dengan cepat agar alokasi 20 jam kita efektif dan efisien kita habiskan untuk hal-hal yang paling fundamental.

Dalam hal keahlian menulis misalnya, kita petakan dulu kisi utamanya dan kita breakdown menjadi bagian-bagian kecil seperti: menentukan topik utama, menentukan sudut pandang, membuat rerangka tulisan, melakukan riset data dukungan, mulai menulis, dan melakukan editing.

  1. Segera mulai belajar/berlatih, dan lakukan evaluasi terus menerus.

Untuk memulai, kita harus menyiapkan bahan pendukung seperti buku, kursus, portal rujukan, seorang maestro (sebagai coach/pelatih), atau bahan-bahan yang kita perlukan sebagai media kita belajar/berlatih.

Namun perlu diingat, jangan menunggu semua bahan itu komplit! Segera mulai saja apa yang kita miliki dan segera lakukan evaluasi atas tiap latihan yang kita lakukan. Akan lebih baik jika kita didampingi pelatih/partner yang sudah menguasai hal yang ingin kita kuasai tersebut agar mereka dapat memberikan masukan segera atas kesalahan yang kita lakukan.

Segera berlatih dengan disertai koreksi langsung (evaluasi) jika melakukan kesalahan, ini akan menghemat banyak waktu kita berkubang pada kesalahan yang sama terus menerus.

  1. Menghilangkan hal yang menggangu kita berlatih/belajar.

Jangan buat metal belajar Anda letih sebelum benar-benar menguasai/belajar skill baru hanya karena terganggu hal-hal yang mengalihkan fokus Anda. Maka, pastikan kita ‘membersihkan’ tempat latihan/belajar kita dari gangguan-gangguan yang muncul, seperti notifikasi pesan, suara yang bising, atau interupsi-interupsi eksternal yang tidak dapat kita kendalikan. Agar lebih efisien, siapkan tempat dan kondisi dimana latihan/belajar kita dapat fokus dengan tanpa gangguan.

  1. Sediakan komitmen waktu belajar selama 20 jam!

Dua puluh jam adalah waktu yang relatif singkat. Bisa kita pecah 4 jam selama 5 hari kerja, atau 45 menit selama satu bulan penuh, yang penting harus konsisten dan fokus. Komitmen 20 jam ini juga sebagai awal melatih ‘mental’ kita agar dapat melewati hambatan ‘bayangan berat’ belajar hal baru yang mengintimidasi sehingga kita enggan memulai.

Agar memudahkan menjalankan komitmen 20 jam ini, Anda dapat memanfaatkan teknik mengatasi penundaan yang pernah saya tulis di sini: Teknik Mengatasi Penundaan.

Epilog

Kita tahu bersama, untuk menjadi seorang ahli, riset menyebutkan bahwa kita perlu 10.000 jam berlatih dengan tersistematis dan fokus dalam satu bidang. Namun yang kita lupa, kita tidak selalu harus menjadi ahli dalam semua hal jika hanya untuk menunjang kualitas kehidupan kita.

Kita tidak bisa menulis, kita hanya perlu belajar 20 jam untuk kemudian sudah terbiasa menulis, tanpa perlu harus memiliki kemampuan menulis seperti JK. Rowling.

Kita masih gagap berbicara di depan umum, namun kita hanya perlu waktu 20 jam berlatih hanya untuk merasa enjoy mengemukakan pendapat di muka forum, tanpa perlu memiliki keahlian retorika layaknya Obama.

Begitupun dengan keahlian yang lain, kita hanya perlu meyakini bahwa hanya perlu 20 jam berlatih secara intens untuk bisa mengubah diri dari yang sebelumnya ‘tidak bisa’ menjadi layak disebut ‘sudah bisa’ tanpa perlu menunggu menjadi expert.

Selamat mencoba.

Jadi, skill apa yang berencana Anda kuasai setelah ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CUSTOMER SERVICE

STAY CONNECTED

ABOUT

PinterIM adalah Blog tentang Bisnis, Manajemen, dan Solopreneuer

Copyright 2019 PinterIM.com