Beda Domain dan Hosting, dan Apa Pentingnya bagi Orang Kantoran untuk Paham Ini?

Ini masuk bahasan teknis, tapi siapkan waktu sebentar untuk menyimaknya karena Anda akan tahu:

  1. Bagaimana cara domain dan hosting bekerja dalam kehidupan berinternet kita sehari-hari
  2. Membedakan mana website terpercaya dan abal-abal hanya dari melihat nama domain sebuah website
  3. Tips sederhana memilih nama domain untuk website kita.

Mari kita mulai

Jika kita berselancar di internet menggunakan browser, semua yang tampil di layar monitor kita adalah website. Entah itu facebook, detik, twitter, dll. Nah semua website yang bisa kita akses secara online pasti memiliki domain dan hosting.

Jadi apa domain dan hosting itu?

Ibarat sebuat toko di pinggir jalan rumah kita, domain adalah nama toko tersebut, dan hosting adalah ruangan/gedung/lapak toko tersebut dimana penjual meletakkan semua barang dagangan, media promosi, brosur, buku tamu, dll untuk melayani setiap calon pembeli yang datang.
Jadi sudah mudah membedakan ya?

Domain => nama toko
Hosting => ruangan toko tempat menyimpan semua perlengkapan penjualan mulai dari stok, mesin kasir, poster promosi, sampel produk, dll

Mari kita sedikit perinci tentang domain.

Dalam membedakan domain, setidaknya ada 2 istilah yang biasanya digunakan, yakni Top Level Domain (TDL) dan yang bukan Top Level Domain.

Contoh Top Level Domain adalah alamat website yang langsung diakhiri dengan ekstensi tertentu seperti : detik.com, pinterIM.com, facebook.com, videografi.top, astratenda.com, atau themeforest.net

Ekstensi (akhiran) yang digunakan ada banyak macamnya, seperti .com, .net, .asia, .guru, .travel, dll sebagaimana disediakan oleh niagahoster yang sebagiannya saya sertakan gambar di bawah ini.

gambar-artikel-domain
Beberapa domain yang disediakan layanan penyedia domain niagahoster

Sedangkan contoh yang bukan Top Level Domain adalah alamat website yang tidak langsung diakhiri dengan ekstensi popular tadi, seperti: rajamania.blogspot.co.id, mancingmania.wordpress.com, oketerus.webly.com, hot.detik.com, dll. Penamaan URL domain seperti itu disebut dengan sub domain. Misal sebagai contoh dalam kasus hot.detik.com tadi, hot adalah subdomain dari detik yang memiliki ekstensi TDL dot com. Ini juga berlaku pada kasus website apapun. Jadi sudah paham ya?

Domain inilah yang menjadi alamat URL sebuah website atau sebuah halaman website.

Mari kita contohkan

  • detik.com adalah domain sekaligus URL
  • inet.detik.com adalah domain yang sudah memiliki subdomain dan sekaligus URL
  • inet.detik.com/readfoto/2016/10/20/150402/3325488/1146/1/deretan-ponsel-china-yang-bisa-jemawa?i992202105 adalah URL dari sebuah halaman web yang dimiliki oleh website dengan domain detik.com

URL sendiri adalah singkatan dari “Unifrom Resource Locator” yang merupakan rangkaian karakter menurut format standar tertentu yang digunakan untuk menunjukan alamat dari suatu sumber misalnya seperti dokumen, file dan gambar yang terdapat di sebuah website.

Gampangnya, URL adalah alamat link dari sebuah halaman website. URL ini lah yang sering kita share di facebook atau media social jika kita ingin membagikan suatu hal yang menarik yang ada di internet.

Sekarang berlanjut ke hosting.

Website tidak bisa hanya memiliki domain namun tidak memiliki hosting. (meski dalam beberapa kasus ada domain yang berfungsi sebagai pendompleng hosting pihak lain, tapi ini tidak penting di bahas di artikel ini sekarang.)

Sebagaimana perumpamaan di awal tadi, di dalam hosting inilah kita menaruh foto-foto produk jualan kita, teks-teks yang kita tulis di website, pdf, dan segala macam benda digital yang ingin kita sajikan di website kita.

Ada banyak fitur dari sebuah hosting jika kita akan membeli pada penyedia hosting. Tapi jika ingin mudah, setidaknya ada tiga istilah penting yang perlu dipahami, yakni: disk space, bandwidth, dan add on domain. Biasanya tiga hal ini yang membedakan harga mahal dan murahnya sebuah hosting.

Diskpsace berkaitan dengan seberapa mampu sebuah hosting menampung file digital yang akan kita gunakan dalam membangun sebuah website. Misalnya website toko online yang memiliki ribuan foto produk dengan resolusi tinggi, maka diskspace 1 GB bisa jadi tidak mampu menampung foto itu semua. Belum lagi file digital lain seperti teks-teks, file pdf yang perlu di download pengunjung, atau database lain.

Bandwidth berkaitan dengan seberapa mampu sebuah website dikunjungi visitor (pengunjung) dalam satuan waktu. Hosting dengan Bandwidth yang rendah akan drop saat dikunjungi visitor dalam periode waktu bersamaan dalam jumbal banyak. Misalnya situs pengumuman penerimaan CPNS biasanya akan ramai dikunjungi visitor dalam waktu yang bersamaan, jika tidak dipersiapkan dengan kemampuan bandwidth hosting yang baik maka berpotensi akan down di tengah jalan dan tidak dapat diakses. Bandwidth inilah biasanya actor utama jika kita sering mendengar sebuah website down dan tidak bisa diakses. (Meski banyak factor lain juga yang mempengaruhi)

Add on domain berkaitan dengan kemampuan hosting untuk disematkan beberapa domain ke satu hosting yang sama yang sudah kita beli. Jadi begini, hosting yang memiliki fasilitas add on domain dengan jumlah 10, maka hanya dengan 1 hosting yang kita beli tersebut, kita diijinkan untuk ‘menanamkan’ 10 domain berbeda untuk keperluan website masing-masing tanpa pelu membeli hosting lagi.

Apalagi kalau fasilitas hoting termahal biasanya memiliki fitur unlimited add on domain, artinya kita bisa memiliki sebanyak mungkin website dengan alamat domain berbeda-beda tanpa harus membeli hosting lagi. Nah ini juga yang menjadi senjata andalan para Internet Marketer. Kita sering melihat 1 orang bisa memiliki banyak sekali website dengan domain macem-macem untuk keperluan bisnis yang berbagai jenis. Hal ini mungkin karena mereka sudah memiliki hosting dengan fitur tersebut sehingga mau bikin website berapapun banyaknya, biaya hosting ya tetap segitu aja. Enak toh?

Ini juga yang menjadi enaknya berbisnis di ranah online. Bayangkan jika di dunia offline, kalau kita ingin punya 10 lapak jualan beraneka jenis, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk sewa lapak juga sejumlah 10 kali lipat. Beda dengan di dunia online, 1 biaya sewa lapak (baca sewa hosting) bisa dipakai untuk unlimited kemungkinan bisnis yang ingin kita jalankan. Maknyus toh? Hehe…

Oia satu lagi, domain dan hosting ini ditawarkan dengan sistem sewa supaya kita bisa ‘memiliki’. Dimana-mana layanan penyedia hosting dan domain umumnya mengenakan sistem sewa, artinya kita harus memperpanjang tiap tahun jika kita tetap ingin menggunakan nama domain tersebut, dan tetap ingin menggunakan hosting tersebut. Saya sendiri menyewa hosting di sini karena harga yang cukup murah dan pelayanannya baik.

Itulah mengapa jasa pembuatan website pun juga mengenakan tarif tiap tahun untuk perpanjangan penggunaan website, karena ini juga berkaitan dengan domain dan hosting yang digunakan.

Manfaat untuk orang kantoran jika kamu sudah paham domain dan hosting antara lain:

  1. Kita bisa membedakan sumber rujukan berita atau literature yang kredibel di internet setidaknya dari alamat URL mereka, apakan menggunakan domain jenis TDL atau yang non TDL. Jadi kalau pakai non TDL seringkali adalah berita abal-abal atau tidak melalui verifikasi yang ketat, meski website dengan domain TDL juga belum tentu informasinya kredibel, namun setidaknya ada biaya yang mereka kerluarkan dan ada data diri yang mereka daftarkan saat membeli sebuah domain. Jadi jika ada masalah dengan penyebaran berita bohon, kita masih bisa menelusuri pemilik website tersebut.

    Kalau kita perhatikan SMS-SMS penipuan yang yang menyebutkan bahwa kita mendapatkan hadiah undian, atau tentang lowongan pekerjaan tertentu, seringkali menggunakan alamat website yang bukan TDL. Jadi ini ciri khasnya website yang tidak professional

  2. Dengan pemahaman yang baik tentang domain dan hosting, kita bisa mempertimbangkan dan menyiapkan dana jikalau kita ingin mulai berbisnis di dinila online, setidaknya informasi dasar tentang website sudah kita pahami.
  3. Kita semakin selektif menyebar (share) berita-berita hoax dan fitnah dari website-website yang memiliki nama domain yang tidak familiar atau tidak jelas penanggungjawabnya.
  4. Kita sudah siap jika sewaktu-waktu dipercaya bos untuk ngurusi website kantor, setidaknya kita lebih ngerti daripada teman samping meja kita yang belum membaca artikel ini. Hehehe…

Saya kira cukup pemahaman dasar tentang domain dan hosting untuk orang kantoran, semoga bermanfaat karena saya masih sering mendapatkan pertanyaan ini dari teman-teman yang berkerja di kantoran dan sedang ingin mulai bisnis online.

Jangan sungkan untuk menyampaikan pertanyaan jika ada yang kurang jelas.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Free Ebook

Resep Ampuh Main Admob Hasilkan Rarusan Dolar per Bulan

Title on your opt-in popup

CUSTOMER SERVICE

  • Search
  • Terms
  • Advanced
  • Search
  • Order and Returns
  • Contact Us
  • RSS
  • Help & FAQs
  • Consultant

STAY CONNECTED

ABOUT

PinterIM.com adalah blog yang membahas bagaimana menciptakan bisnis online yang paling sesuai dengan Anda dan paling nyaman dikerjakan.

Copyright 2018 @ PinterIM